Piala AFF Juara, Malaysia Umumkan Libur Nasional
Keberhasilan
menjuarai Piala
AFF untuk kali
pertama
disambut antusias oleh seluruh publik Malaysia.
Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak
mengumumkan hari libur nasional, Jumat
(30/12/2010) ini. Berbekal kemenangan 3-0 di pertandingan
pertama, Malaysia jadi kandidat kuat juara
Piala AFF 2010. Hal tersebut kemudian
terbukti di Stadion Utama Gelora Bung
Karno, meski kalah 1-2, 'Harimau Malaya' tampil sebagai juara. Sukses tersebut dirayakan serentak oleh
seluruh publik Malaysia. Perdana Menteri
Malaysia Datuk Seri Najib Razak langsung
mengumumkan Jumat 31 Desember 2010
sebagai libur nasional menyambut
keberhasilan tersebut. "Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun
Razak mengumumkan Jumat ini sebagai
libur umum untuk merayakan keberhasilan
tim sepakbola nasional menjuarai Piala
Suzuki AFF 2010," demikian dilansir kantor
berita Bernama, Rabu (29/12/2010). Sebelum ini, Malaysia pernah satu kali lolos
ke final, yakni tahun 1996 saat turnamen ini
masih bernama Piala Tiger. Saat itu, Malaysia
dibuat bertekuk lutut dengan skor 1-0 oleh
Thailand. Malaysia pun bergabung dengan tiga
negara lain yang sudah pernah merebut
supremasi sepakbola negara-negara ASEAN
ini, yakni Thailand, Singapura, dan Vietnam. Thailand pernah juara pada tahun 1996,
2000 dan 2002, Singapura keluar sebagai
kampiun pada tahun 1998, 2004 dan 2007,
dan Vietnam juara pada tahun 2008 silam...
Indahnya Persaudaraan di GBK by Arif Suyono
Dia mendapatkan
kesan tersendiri
selama
penyelenggaraan Piala AFF 2010. Gelandang timnas Indonesia
ini melihat keindahan rasa persaudaraan di
Stadion GBK, sesuatu yang bakal dia
rindukan nantinya. Piala AFF 2010 telah berakhir, namun ada
satu kesan yang membekas di hati Arif
Suyono. Pemain Sriwijaya FC ini sangat
terkesan dengan atmosfer yang tercipta di
Stadion Gelora Bung Karno. "aku rindu persaudaran d gbk,dmn tawa
pemimpin kt n pedagang asongan melebur
jadi satu...sesuai smboyan bangsa..bhineka
tunggal ika..." tulis dia lewat akun
twitternya @arifsuyono. Berbagai kalangan hadir di Stadion GBK
mulai dari rakyat jelata hingga para pejabat
negara sampai dengan presiden. Meski
banyak di antara mereka menghadapi
kesulitan untuk mendapatkan tiket, harus
berjuang keras dan melalui berbagai kesemrawutan penjualan tanda masuk,
namun ketika berhasil memasuki stadion,
semua ada dalam satu hati: untuk
Indonesia. Kebahagiaan bukan hanya milik mereka
yang berkesempatan untuk duduk di sala h
satu bangku di Stadion GBK. Keceriaan lain
juga menjadi milik para pedagang yang
mencoba mencari nafkah, mendapatkan
penghidupan lewat menjual kaos, jaket, dan segala pernak-pernik timnas Indonesia.
Keuntungan lebih tentu juga dinikmati oleh
para penjual makanan dan minuman selama
kejuaraan berlangsung. Penampilan anak buah Alfred Riedl selama
turnamen memang cukup menjanjikan.
Sejumlah muka baru yang menjadi pilar
timnas memberikan kesegaran dan
semangat tersendiri baik itu bagi tim mau
pun para pendukungnya. Memang pada akhirnya Indonesia gagal
menjadi juara di final keempat yang mereka
jalani. Namun begitu Arif Suyono merasakan
ada kebahagiaan lain yang terpancar dari
GBK, yang bakal terus dia rindukan. "Kita bisa lht tawa pedegang asongan n
pemimpin kita bersama-sama d gbk...ini
namanya satu bangsa..aku rindu
persaudaraan d gbk..Bisakah kita
bersaudara,seperti d gbk... ," demikian Arif....
Obati Kegagalan di AFF dengan Medali Emas
SEA Games ,
Untuk keempat kalinya,
Indonesia kembali
harus puas hanya
menjadi finalis di
Piala AFF. Kini medali emas SEA Games dibidik untuk
mengobati kegagalan di Piala AFF. Indonesia gagal menjuarai Piala AFF 2010
usai kalah agregat 2-4 dari Malaysia. Ini
merupakan kali keempat laskar Merah Putih
gagal menjadi juara di turnamen sepak bola
antar negara di Asia Tenggara. "Timnas kita sudah berjuang sekuat tenaga,
dari awal hingga akhir. Sayang sekali
banyak peluang terutama di babak pertama
tidak berhasil menjadi gol. Kalau saja penalti
itu berhasil, cerita bisa lain. Walaupun kalah
secara agregat, tetapi kita tetap menang di leg kedua. Menang dengan ksatria, kalah
agregat dengan ksatria pula. Sebenarnya,
total agregat Indonesia-Malaysia adlh 7-5.
Artinya secara keseluruhan, kualitas
permainan timnas kita lebih baik, tapi nasib
berkata lain," kata Menpora Andi Mallarangeng ketika dihubungi wartawan melalui telepon. Andi mengatakan bahwa untuk mengobati
kegagalan ini, tahun depan timnas
sepakbola ditarget meraih emas di ajang
SEA Games. "Kita harus segera berbenah,
terutama PSSI. Tahun depan ada SEA Games.
Ini harus kita menangkan, sebagai ganti kesempatan yang hilang di AFF. Bedanya,
SEA Games adalah kompetisi U23, artinya
kita harus menyiapkan pemain-pemain
muda yg mampu menjadi yg terbaik di Asia
Tenggara," terangnya. Dari Piala AFF, Andi mengatakan bahwa
Indonesia memiliki pemain muda yang
potensial seperti Okto Maniani, Irfan
Bachdim, dan Yongki Aribowo. Untuk
mencapai target medali emas SEA Games,
Andi menjelaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan dana. "Untuk memenangkan SEA Games, kita
harus belajar dari pengalaman selama Piala
AFF ini. Mari kita persiapkan tim sepakbola
yang hebat, yang dikelola secara
profesional. Untuk timnas, guna
menghadapi SEA Gamas, kami akan memberi dukungan dana sejumlah Rp 25 miliar,
dengan dana APBN," jelas Andi.
rizal fahmi












































